The Deadliners…
28 Nov 2009 2 Comments
It is twilight at the end of saturday when I’m sitting on my room and trying to do all of my assignment. Well, sebenarnya, dari tadi pagi saya sudah duduk manis di depan notebook dengan schedule **tugas-tugas yang harus diselesaikan pada akhir pekan** yang sangat padat. Dimulai dengan mencoba menyelesaikan proposal skripsi (tujuan hidup semua mahasiswa semester tujuh di dunia.. haha..). Senin lalu, saya sudah mendapatkan hasil koreksian bab 1 dari Mr. Jun Pyo (nama sebenarnya cuma 3 huruf depan, but I love to call him ‘Jun pyo ssi’ since he went to South Korea last month! :p) yang harus direvisi. Dan deadline tugas hari ini adalah sisa “bab 2: tinjauan pustaka” sudah sebulan lebih berusaha dikerjain tapi belom selesai juga, plus “bab 4: metode penelitian” yang tinggal ketik tapi juga gak kelar-kelar. Hehehee.. Padahal menyelesaikan proposal hanyalah satu bagian kecil dari semua daftar tugas. List tugasnya masih sepanjang gulungan roll film jadul! (lebai mode: ON).
Sudah menjadi kebiasaan buruk bagi saya bahwa setiap kali ada tugas yang membutuhkan pemikiran ekstra dari otak kiri, maka otak kanan saya akan memberontak dan mengatakan dengan penuh semangat kalo dia punya segudang hal menarik plus artistik sehingga saya tergoda untuk mencobanya terlebih dahulu. Sebagai contoh, kalo saya punya tugas kuliah yang butuh membuka 4 literatur buku sekaligus, maka saya akan berpikir ulang untuk memulainya, dan disela pikiran itu tiba-tiba bermunculan ide,,, mulai dari mengganti cover binder dengan design baru meskipun bayangan grafisnya masih samar-samar yang artinya adalah saya harus membuka literatur lay-out design dari tumpukan majalah, baca buku resep trus membayangkan bikin crepes dengan kreasi baru, baca blog orang, ngedit foto sampe gunting-gunting kain flannel buat hiasan. Well, I prefer to open up those magazines better than the thick books.. J
Ternyata hal tersebut juga terjadi pada ibu saya. “Like mother like daughter…” Hari ini ibu juga punya tugas kantor yang harus segera diselesaikan karena Senin besok, sekolah beliau akan didatangi pengawas sertifikasi. Tugas tersebut adalah membuat laporan kisi-kisi pembelajaran yang sudah dilakukan selama satu semester (FYI, she’s a math teacher). Tapi,,, dari pagi sampe sore tadi ibu mondar-mandir ke dapur, ke kamarku, ke kulkas, balik lagi ke kamarnya trus ke kamarku lagi dan bertanya:
Ibu: Tin, kamu nggak pengen makan?
Me: nanti aja deh, ini masih ngetik.
Ibu: Oh ya sudah.. Nanti kalo mau makan takgorengin ikannya
Me: aku bisa koq, ntar aku goreng sendiri aja, Ibu kan banyak kerjaan
Ibu: gak apa-apa deh, ibu aja, lagian dari tadi ibu masih belom bisa nulis, sudah ada gambaran konsepnya, tapi masih dipikir-pikir dulu. Hehe..
Heeeyyaaa… sama aja ternyata. Ibu mengakui kalo sepertinya beliau lebih memilih memasak daripada mikirin soal matematika. Meskipun besok pagi konsep soal sudah harus diserahkan ke temannya buat dibantuin ngetik, saya dilarang untuk mengingatkan ibu tentang tugasnya. Tapi ibu tetep aja bolak-balik ke dapur, kamar saya, dapur, kulkas, kamarnya lagi. Malah tumben-tumbennya dengan senang hati ngajarin ayah caranya memproses paru sapi supaya lebih empuk dan enggak berbau (suasana Idul Adha mode: ON). Cara: rebus paru dengan air ditambah beberapa sendok nasi, thats real!
Well, dari pagi hingga siang kerjaan saya juga masih buka facebook, nonton episode 1 Scrap teacher (dorama), baca-baca resep pancake di tabloid ”Saji”, menyelesaikan novel ”Lilian cooking clas” (a gift from my bestfriend. Thx a lot, Sara!), mencari toko buku online yang mungkin menjual ”Petir” by Dewi Lestari (susah banget nyarinya dan ternyata di online shop juga nggak ada.. hiks). Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk melanjutkan ketikan proposal mengingat notebook saya sedang diservis sampe kira-kira seminggu ini (now, I’m using my sister’s), kejaran deadline dari Mr. Jun pyo serta bagaimanapun juga saya ingin sidang secepatnya…
20.22 pm now…. dan saya masih trus didepan notebook pinjaman… bukan untuk menyelesaikan proposal, bukan untuk mengerjakan tugas kuliah yang lain pula, tapi ternyata…saya malah keasyikan nulis di blog padahal sudah jutaan tahun lamanya tidak saya lakukan… Dan, bagaimana dengan kabar ibu saya? Ya..ya..ya… sekarang ibu sedang berada di Surabaya karena tiba-tiba ada saudara disana yang sedang mendapat musibah. Lalu, bagaimana dengan tugas beliau?
“ konsepnya sudah jelas, tapi belom ditulis…”
” sudah.. jangan diingetin lagi….!!”
Hmm… what a mother… and her daughter.. But, I promise I’ll finish my proposal…. Today…or.. tomorrow morning.. :p….

May 25, 2010 @ 06:30:58
Lama gak diupdate
May 31, 2010 @ 03:56:33
iyaa.. belum sempat.. hehehe.. just wait n see